Tidak sulit untuk menjumpai tulisan-tulisan yang berbentuk moto dalam setiap instansi atau unit pemberian layanan publik. Mudah ditebak, bahwa peran moto tersebut bukan saja sekedar memberikan semangat baik kepada pengelola pelayanan atau penerima jasa layanan, namun merupakan ruh atau spirit utama pelayanan.

Keberadaan moto pelayanan lebih dipahami sebagai suatu ikatan komitmen atau janji pelayanan yang sifatnya mengikat, menjiwai, mewarnai, dan mengarahkan pada pencapaian diberikannya layanan publik. Baik kepada pemberi jasa layanan maupun penerima dapat membangun kesepahaman melalui ikatan moto pelayanan. Manakala praktek pelayanan tidak sesuai dengan nilai dasar yang dikandung dalam moto pelayanan publik tersebut, dapat dipastikan adanya praktek implementasi pelayanan yang menyimpang. Sebab keberadaan moto, sebagai mana disebutkan di atas, adalah ruh yang mempengarui seluruh ketatalaksanaan pelayanan.

Perumusan atau penetapan dan pemekaian moto pelayanan tidak dapat dianggap sekedar hadir, sebatas pemanis janji pelayanan. Karena itu, setiap upaya merumuskannya tidak dapat dirumuskan sekedarnya. Nilai suatu moto pelayanan tidak saja dapat mengandung unsur tata bunyi,namun terkait nilai-nilai filosofis yang mendasar.

Moto, dalam kamus besar bahasa Indonesia dibentangkan dalam pengertian kalimat, prasa, bahkan kata  yang fungsinya memberikan penggambaran sifat atau kegunaan. Jadi moto dapat disusun dalam jalinan kalimat lengkap, bentuk prasa (gabungan lebih dari satu kata) dan kata itu sendiri. Pada kebanyakan kasus, moto pelayanan publik tidak disusun atau dirumusakan dengan satu kata, sebab salah satu syarat penyusunannya adalah mudah dimengerti. Umumnya menggunakan prasa dan kalimat.

Keberadaan moto pelayanan publik dalam satu daerah dapat berisi nilai-nilai yang bersumber dari karakteristik daerah; apakah karakter alam, karakter sikap masyarakatnya. Bisa juga bersumber dari karakter pemimpin Daerah yang diselaraskan dengan nilai-nilai karakteristik daerah.

Pembuatan moto pelayanan publik dapat berupa akronim atau singkatan yang kemudian mengandung arti yang lebih komprehensif (lengkap). Contoh pada moto berikut (lihat gambar di atas)  CERIA (Cepat, Efisien dan Efektif, Ramah, Ikhlas, dan Akuntabel),dll.