Gerakan bebas “mindset “Obat ?

vdData riset yang dipublikasikan Business Wire menuliskan hasil riset pertumbuhan bisnis farmasi atau obat-obatan di Indonesia mencapai pertumbuhan 11 %. Sebuah derajat pertumbuhan yang sangat tinggi. Kalah jauh dari deret pertumbuhan ekonomi Indonesia secara total. Apa implikasi atau dampak dari geliat bisnis farmasi tersebut?

Setidaknya, Indonesia menjadi pasar peredaran atau industri obat-obatan yang menjanjikan nan menggiurkan. Itu sama artinya ekspansi besar-besaran akan berlangsung tanpa disadari oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Sama halnya ketika Indonesia (by Government through their policy) turut andil dalam memproklamasikan bahwa makanan pokok bangsa Indonesia adalah NASI, hal yang sama juga sedang berlangsung dengan fenomena geliat industri farmasi atau obat-obatan yakni, solusi sakit adalah Obat-obatan. Mestinya, geliat menurunkan ketersediaan obat-obatan menjadi gairah pelaku industri kesehatan, terlebih khusus pemerintah kita.

Kita perlu mengedukasi bangsa kita bahwa makanan pokok kita adalah GIZI, dengan demikian, industri yang sesungguhnya harus bergeliat adalah industri yang berkecimpung dalam penyediaan GIZI terbaik. Hal ini selaras dengan prinsip asalai bahwa tubuh manusia sesungguhnya telah dirancang untuk hidup sehat dengan pemberian makanan yang bergizi. Gizi inilah yang sesungguhnya “Obat” dalam arti sesungguhnya.

Seringkali orang mengenyampingkan efek samping oleh karena timbulnya anggapan bahwa efek obat hanya dipandang sebatas atau dalam perspektif atau cara pandang “samping” yang artinya tidak utama. Padahal, bahaya yang ditimbulkannya bukan sampingan, namun fatal. Riset-riset medis senantiasa tidak pernah absen dengan laporan yang mendorong masyarakat berprilaku Preventif atau mencegah ketimbang kuratif atau mengobati.

Kita semestinya menyambut baik sebuah pendekatan yang diterapkan dalam proses pemberian obat yang sifatnya plasebo atau “Bukan obat/obat penipu” namun dimaksudkan memberikan efek psikologis bagi pasien yang selalu menganggap kalau belum diberi obat seolah belum diobati. Pendekatan pemberian obat plasebo ini sesunguhnya meneguhkan bahwa tidak semua penyakit perlu menggunakan obat berbahan dasar kimia.

Tubuh kita sesungguhnya dengan suatu pemberlakuan alamiah; menghirup udara segar, menerima curahan sinar mentari, air putih, makanan, olah raga, istirahat yang cukup, menjalani kehidupan yang “bebas stress” sesungguhnya sanggup menjauhkan diri dari penggunaan obat-obatan.