Entrepreneur : Kreativitas dan innovasi

1011830_10200629717544537_56422697_nPrinsip dasar kewirausahaan senantiasa bergayut pada adanya kebutuhan dan masalah, produk dan Service. Kebutuhan dan masalah yang dialami oleh pihak pengguna (customer) pemenuhannya bergantung pada kemampuan pihak produsen dalam menyediakan kebutuhan dan solusi masalah. Akan tetapi, persoalan keterpenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah kustomer tidak serta merta dapat ditangani. Sebabnya minimnya produk dan jasa yang dapat dihasilkan oleh produsen (Entrepreneur). Fenomena ini sering disebut-sebut sebagai gejala kelangkaan pengusaha (entrepreneur scarcity). Apa yang menyebabkan kelangkaan entrepreneur?

Entrepreneurship atau kewirausahaan (dapat juga disebut bisnis) merupakan aktivitas ekonomi (niaga) yang tingkat kompetisinya tinggi. Tingkat kompetisi tinggi yang tercipta olehkarena sifat kewirausahaan yang senantiasa mengandung resiko tinggi, tuntutan produk dan jasa yang selalu mengharuskan nilai kreativitas dan innovasi tinggi.

Dari sisi resiko tinggi dapat disebabkan karena modal penyertaan yang besar dengan pangsa pasar yang sering kali sempit, diperebutkan oleh banyak entrepreneur, begitu juga dengan sifat ketergantungannya dengan daya beli masyarakat,dll. Sementara itu, dari sisi tuntutan produk dan jasa yang mewajibkan adanya nilai kreativitas dan inovasi tinggi. Tuntutan ini dipengaruhi oleh gerak cepat perubahan pola pikir, sikap yang dipengaruhi oleh prilaku pemanfaatan teknologi informasi, temuan-temuan ilmu pengetahuan, dan respon terhadap perubahan masalah kemasyarakatan yang pada akhirnya mewajibkan para entrepreneur cakap dalam memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan serta terbuka terhadap masalah yang harus dipecahkan untuk membantu masalah yang dihadapi masyarakat (customer).

Ujung dari semua tantangan kewirausahaan (Entrepreneurship ini) adalah bangaimana membangun kapasitas entrepreneur yang memadai untuk tumbuh kembangnya bidang-bidang usaha yang dapat mencerminkan keterpenuhan unsur kreativitas, innovasi, berkemampuan memberikan kepuasan pada customer. Paling tidak hal ini ingin mengingatkan para entrepreneur untuk senantiasa membangun budaya belajar yang dinamis, menyukai tantangan kreativitas dan innovasi pada bidang usaha mereka.

Siapapun yang tidak merangkul budaya hidup belajar sesungguhnya perlu menjauhi bidang kewirausahaan. Sebab bidang kewirausahaan adalah wilayah pertarungan, tantangan yang hanya memberi ruang bagi mereka yang dapat menawarkan kreativitas dan innovasi. Tanpa tawaran kreativitas dan innovasi ini sulit membayangkan cara membangun usaha yang bermasa depan cerah.